motif batik

Makna Filosofis di Balik Ragam Motif Batik Nusantara

Batik tak bisa dilepaskan begitu saja dengan kearifan lokal. Kain bermotif asli Indonesia ini memiliki beragam motif, di mana masing-masing memiliki makna dan maksud tersendiri. Bahkan, beberapa di antaranya, di zaman dulu kain batik tertentu tidak boleh dikenakan sembarang orang. Hanya kaum bangsawan dan kerajaan saja yang boleh mengenakannya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kini semua motif batik bisa dikenakan oleh semua kalangan, tanpa terkecuali. Tak lagi melulu diidentifikasikan dengan pakaian orang tua atau acara formal, kini kain batik banyak dirancang untuk berbagai macam kesempatan, jadinya kesannya lebih fleksibel.

Lantas, apa saja, ya, sebenarnya makna tersembunyi di balik kain batik yang bisa kita temui atau bahkan kita pakai? Daripada penasaran, langsung aja cari jawabannya lewat informasi di bawah ini!

1. Motif Batik Parang

motif batik - parang

Batik parang merupakan motif batik tertua dari Jawa yang memiliki makna tidak pantang menyerah. Motifnya yang seperti ombak melukiskan ombak laut yang tidak akan berhenti bergerak, seperti semangat yang pantang menyerah.

Terdapat enam motif parang yang bisa kita temui, yaitu Parang Rusak, Parang Kusumo, Parang Barong, Parang Kecil, Parang Slobog, dan Parang Klitik.

Dulunya, motif ini tidak boleh sembarangan dipakai oleh semua golongan masyarakat. Parang Barong misalnya, motif ini hanya boleh dikenakan oleh para raja pada acara-acara tertentu saja. Barong sendiri memiliki arti singa, di mana mencermikan sesuatu yang agung seperti raja.

Selain itu, Parang Kecil juga tidak boleh dikenakan sembarang orang. Hanya para putri atau wanita di kalangan kerjaan saja yang boleh mengenakannya. Parang kecil sendiri menggambarkan wanita yang lembut dan feminin.

2. Motif Batik Sekar Jagad

sekar jagad

Motif batik Sekar Jagad berasal dari Yogyakarta. Batik ini memiki pesona tersendiri yang menjadi daya tarik. Ada beberapa orang yang menafsirkan bahwa motif Sekar jagad menggambarkan bentuk pulau.

Baca Juga :  Brokat Kombinasi Satin untuk Model Baju Pesta Muslim

Tak mengherankan memang, karena dalam bahasa Jawa sendiri, jagad memiliki arti peta dunia. Motif yang tergambarkan dalam batik ini bisa dikatakan melukiskan peta dunia yang berisi serangkaian pulau-pulau.

3. Motif Batik Mega Mendung

mega mendung

Batik Mega Mendung berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Mega memiliki arti langit atau awan dan mendung memiliki arti langit gelap.

Sesuai dengan namanya, motif ini mengadaptasi bentuk awan yang bergelung dan warna yang memiliki gradasi. Makna dari motif ini sangat dalam, yaitu kesabaran, berkepala dingin, dan tidak mudah marah dalam menghadapi masalah.

4. Batik Kawung

kawung

Sesuai namanya, motif batik ini memiliki pola bulatan yang serupa dengan buah Kawung sejenis buah kelapa atau biasa kita kenal dengan buah kolang-kaling.

Makna dari motif ini adalah keinginan dan usaha keras akan selalu membuahkan hasil. Selain itu, Kawung juga melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya.

5. Batik Truntum

truntum

Batik Truntum memiliki cerita sejarah di baliknya. Dahulu kala, dikisahkan bahwa Pakubuwono III membuat istrinya, Ratu Beruk, bersedih karena beliau ingin memperistri selirnya agar mendapatkan keturunan. Ratu Beruk yang sedang lara hatinya kemudian pergi bertapa dan melihat bintang di langit.

Akhirnya, Ratu Beruk melukis motif Truntum dengan penuh ketelatenan. Karena ketelatenan dan kesabarannya tersebut, Pakubuwono III mengurungkan niatnya untuk menikah lagi.

Dari peristiwa itulah kenapa motif batik Truntum tergambar mirip seperti bintang. Motif ini kerap digunakan oleh orang tua yang ingin menikahkan anaknya.

Alasannya adalah karena motif Truntum memiliki makna cinta yang tulus tanpa syarat, cinta abadi, dan semakin lama semakin subur berkembang. Dalam bahasa Jawa, makna ini dikenal dengan istilah tumaruntum.

Baca Juga :  3 Brand Parfum Wanita yang Nggak Bikin Kantong Bolong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *